tentang “sundal”

ketika angin berhembus,
membisikkan kabar,
akan dia,

sosok tersilap sempurna,
sebagian memberikan cap jumawa,
dia hanya manusia,

mungkin saja,
ketika mulut berujar "dia bukanlah dia",
atau kala pesan tersampaikan "dia adalah misteri, bersaput dusta juga nestapa",
belum lagi bisik itu sirna ketika perbincangan di ujung sana terbentang "dia layaknyanya sundal, sudah terbuktikan tak terbantahkan",

dan aku bertanya,
benarkah dirimu sundal?

::: aku ingin menemukan jawaban itu, aku lelah selalu mendengar bisik mereka :::

Leave a Reply