Mbah Cipto, Mbah Hardjo, Bu Rokhmi, Mursalim, Pak Sabar dan semua manusia PERKASA

deretan nama itu hanya singkat saja,
mungkin ada ribuan,
bahkan jutaan yang lainnya,

manusia-manusia tak kenal lelah,
memeras keringat,
memberikan hati,
tanpa menyebutnya sebagai dedikasi,
meski juga dengan berkompromi,
bukan untuk menjual harga diri,
atau sekedar mereduksi lelah&nestapa hidup,
namun berkompromi,
demi sebuah fajar baru,
yang harus ditatap esok hari,

hidup itu indah,
perjalanan hidup terkadang melelahkan,
bahkan menyakitkan,
bukan untuk berteriak lantang,
tidak juga memaki lalu terduduk sembari mengaduh,
namun..
hidup itu adalah perjuangan,
memperjuangkan idealisme, berperang egoisme..

yah…
terkadang kita terjebak,
dalam rutinisme,
kehampaan,
kemarahan,
ketidakjelasan,
dan kalah…
kita dikalahkan ke-jumawa-an kita sendiri,

telan sombongmu dan habislah dirimu…
berikan senyummu lalu jadilah boomerang akan PALSUmu..

hei manusia PERKASA,
tetaplah berjuang,
berucaplah syukur,
juga pasrahkan hatimu…
pada DIA..
Yang Maha Segalanya….

::: untuk setiap manuisa PERKASA :::

One Response to “Mbah Cipto, Mbah Hardjo, Bu Rokhmi, Mursalim, Pak Sabar dan semua manusia PERKASA”

  1. heedaUteree Says:

    Hello. :)

    Martha Louise, who is the only daughter of King Harald and Queen Sonja, gave up the title of ‘royal highness’ upon her 2002 marriage to writer Ari, and has a reputation for not standing on ceremony.
    Bye.

Leave a Reply