Archive for May, 2007

dianL,arisphilip,nepnep

Wednesday, May 30th, 2007

wow..

3 bersaudara,
menghabiskan malam bersama,
melewati dingin dan hiruk pikuk dunia,

tertawa bersama,
menikmati setiap detik berlalu,
semoga ini tak pernah berakhir..
jadi tetaplah disini,
saling mengisi dan menjaga….

untuk persaudaraan yang begitu indah..

luv ya bro&sis!

::: dari kakakmu yang tak pernah hadir dalam harimu..maafkan aku :::

Mbah Cipto, Mbah Hardjo, Bu Rokhmi, Mursalim, Pak Sabar dan semua manusia PERKASA

Sunday, May 20th, 2007

deretan nama itu hanya singkat saja,
mungkin ada ribuan,
bahkan jutaan yang lainnya,

manusia-manusia tak kenal lelah,
memeras keringat,
memberikan hati,
tanpa menyebutnya sebagai dedikasi,
meski juga dengan berkompromi,
bukan untuk menjual harga diri,
atau sekedar mereduksi lelah&nestapa hidup,
namun berkompromi,
demi sebuah fajar baru,
yang harus ditatap esok hari,

hidup itu indah,
perjalanan hidup terkadang melelahkan,
bahkan menyakitkan,
bukan untuk berteriak lantang,
tidak juga memaki lalu terduduk sembari mengaduh,
namun..
hidup itu adalah perjuangan,
memperjuangkan idealisme, berperang egoisme..

yah…
terkadang kita terjebak,
dalam rutinisme,
kehampaan,
kemarahan,
ketidakjelasan,
dan kalah…
kita dikalahkan ke-jumawa-an kita sendiri,

telan sombongmu dan habislah dirimu…
berikan senyummu lalu jadilah boomerang akan PALSUmu..

hei manusia PERKASA,
tetaplah berjuang,
berucaplah syukur,
juga pasrahkan hatimu…
pada DIA..
Yang Maha Segalanya….

::: untuk setiap manuisa PERKASA :::

Yakobus Indra

Saturday, May 19th, 2007

Masih terkenang,
akan sebuah deret kata,
yang terkirim lewat ponsel butut itu,

Kamu hilang,
semenjak kemarin sore,
diantara samudera luas,
didera ombak besar,
kamu terlepas dari ikatanmu,

aku masih mengenangkanmu,
hari ini,
sabtu pagi,
ketika kamu mengabarkan untuk segera pulang,
ingin menemuiku,
lalu berjanji untuk ke gereja bersama,
esok hari,
pukul enam petang,

aku masih menunggumu,
disini,
di deretan kursi panjang,
di hadapan Altar,
tempat kita bisa memohon pada Dia,

Seperti saat ini,
ketika aq berujar pada Dia,
untuk damaimu,

Cobalah bertahan,
dalam gelap dan dinginnya hujan,
diantara terang juga terik sang surya,

imu..punk!!

::: untuk lelaki yang sangat aku cintai :::

kamu yang jumawa berbalur luka

Friday, May 18th, 2007

mendongakkan kepala,
angkat sedikit dagumu,
berikan tajam tatapmu,
lalu acuhkan sekitarmu..

tambahkan sedikit egomu,
berlarilah mengejar sang kala,

jumawamu itu tidak berlaku,
diantara hiruk hidupku,
juga sesak harimu,

berikan saja jumawa itu,
tebarkan saja pesonamu,
lemparkan saja kenangan itu,
biarkan dirimu berlalu…

karena aku tidak akan pernah mengejarmu,
meski engkau adalah suatu senja di pagihari….
walaupun dirimu tetap sebuah pesona dilagu ini..
sayang,
aku sengaja tak lagi ingin menyentuhmu…

jumawa dan egomu,
memuakkanku!!

maaf,
aku bisa bertahan,
aku tetap melanjutkan hidupku,
karena tak denganmu ku bagi hati…

::: untuk dia yang jumawa dan membuat dirinya terluka :::

meski PSK, saya idealis!

Friday, May 18th, 2007

apapun hasilnya yang penting selalu berkarya dan berkarya
karena hidup bukan untuk mengeluh lalu mengaduh
melainkan untuk bekerja membalik tanah,
mengukir cakrawala,
dan
memasuki rahasia semesta,
hingga dapat kita pahami…
untuk apa kita hadir di dunia.

mari terus berkarya..

::: untuk teman-teman dan saya sendiri yang menjadi PSK :::

E.M.K.A

Friday, May 18th, 2007

dan terjadilah sudah,
sebuah peperangan,
dalam ke-invisble-an individu,
namun gelombang permusuhan itu kental terasa,
begitu menusuk,
tatap menghujam,
senyum sinis terkembang,
lalu cibir dikelebat bayang,

hei kamu,
yang terduduk,
mencuri sebentuk hati,
lalu menjadikanku sendiri,

maaf,
aku benci,
untuk mengakui,
aku menghadang selaksa menantang mentari!!!

::: untuk lelaki diantara dua wanita dewasa :::

Wednesday, May 16th, 2007

seandainya saja,
dia mau mengendapkan,
menolong tanpa diawali dengan permohonan,
mengurangi sedikit saja ego dikepala,
mematikan amarahnya,

tidak untuk mengajarimu,
bukan menjadikanmu tahu,
hanya kembali mengingatkanmu,

bila selama ini ,
kasih pada sesamamu,
meneguhkanmu,

kini saatnya,
kala beban terberatmu,
beradu dengan kubu berlawanan,
menghimpitmu,
lalu menghujammu,

hanya dengan bertahan,
mereduksi pikir liarmu,
dan menunjukkan..
bahwa kamu mampu berdiri,
dalam goyah juga sakitmu,
untuk memberi,
melayani,

jangan pernah merasa dikebiri,
karena tidak ada yang mengebirimu…

::: ketika kantor libur, dan aku teringat tentangmu :::

turunkan bendera perang itu…

Tuesday, May 8th, 2007

ajining raga amargo saka endahing busana…
ajining dhiri saka obahing lathi..

kanthi asoring manah,
abdi dalem kawulo ngaturken panyuwunan,
dumateng panjenegan ingkang sampun paring tatu ing manah kawulo lan poro rencang sedoyo,
katur pangandiko ingkang mboten sae leres lan pantes,
tulung…
gendero ingkang sampun ngadek jumejer dipunandapaken..
bilih panjenengan mboten kerso,
nyuwun agenging pangapunten,
kawulo bade tedhak pados kawicaksanan.

::: Gusti mboten sare…Gusti paring piwales tumrap umatipun ingkang supe :::

Manusia JALANG!!

Tuesday, May 8th, 2007

ternyata dirimu sama saja,
dengan berjuta orang diluar sana,
yang mengakukan diri penuh luka,
mengiba,
lalu meminta sokongan….

nyinyir kamu bicara,
menjual cinta,
mengumbar pelukan dan cium mesra,
lontarkan berderet kata penuh rayuan,

hei manusia JALANG…

kamu lebih hina dari mereka,
yang menjajakan diri di tepi jalan,

kamu yang bersilat lidah,
memutar nyata,
membalik pikir,
menginjakkku,
dan ludahiku…

Ingat..
aku akan selalu menantang sorot matamu,
mengadu hatiku,
aku akan tunjukkan.
aku TIDAK sehina itu..

hei manusia jalang…
kasihilah dirimu,
untuk kesepianmu,
kesendirianmu tak berujung,
juga hampamu…

menguaplah dan jadilah tiada..
karena kamu terlalu busuk dan liar..

pergilah ke alam bebasmu dan jangan pernah kembali,
karena kamu adalah Tuhan untuk dirimu sendiri…

tangisilah tegarmu,
bersoraklah dalam rapuhmu..

karena kamu hanya manusia Jalang dengan PALSUmu!!!

::: untuk seorang manusia yang mengaku kakakku lalu menusukku dari belakang..GO FUCK WITH YOUR LIFE!!!:::

percakapan yang melelahkan

Thursday, May 3rd, 2007

akhirnya berakhir sudah,
percakapan panjang nan melelahkan,
mengurai air mata juga logika,
bijak itu telah menyingkir,
bersisa hati yang terluka,
bukan satu namun dua,
aku dan dia diujung sana,

maafkan…
bila tiada memperjuangkanmu,
atau,
melindungimu dari sasaran tembak itu!
dalam pikirmu,

yang pasti..
dari dulu aku selalu mendoakan yang terbaik selalu terjadi atas dirimu,

karena hanya dengan cara itu, aku menyayangimu…

::: lanjutkan hidupmu :::