Archive for April, 2007

di ujung beranda sore tadi..

Friday, April 27th, 2007

tatap matanya tak lagi berbinar,
hanya sendu,
dan kelu suaramu,

kemarahan yang membuncah,
kesabaran kian terkikis,
lalu perih makin menganga…

bukan perkara lebar demi lembar rupiah,
bukan pula sebuah posisi yang hakiki,
sebuah kerendahan hati,
juga kesabaran untuk menyapa,
kebesaran hati bagi nestapa mereka,
senyum tulus tersunggingkan…

dia,
sosok tegar itu,
sedang murka,

dia,
bayangnya mulai berayun menjauh,

dia,
dan hanya dia saja,
renungkan kepergiannya,
menata kembali mimpinya,

::: untuk dia saja :::

sandarkan sejenak

Monday, April 9th, 2007

berikan ruang,
sandarkan kepalamu,
luruhkan lelahmu,
pikirmu lepaskan,

dan jadikan hidupmu lebih bahagia,

untuk sehatmu,
karna sapamu dinantikan,
oleh mereka yang gantungkan harap..

::: untuk dia yang kemarin kutemani ke dokter :::

saya bukan pecundang, saya hanya memilih patah hati

Tuesday, April 3rd, 2007

saya merasakan kesepian sangat,
saya lirih berujar,
saya merindukannya,

saya menjadi tidak berkuasa akan diri saya,
saya terhimpit,
dan hari-hari belakangan ini,
saya disudutkan kenyataan,

saya bahagia ketika bersamanya,
saya menjadi manusia yang utuh dan merasa,

namun,
saya menjadi egois,
saya meninggalkan kehidupan saya yang biasanya,
saya terlupa akan teman,
saya ingin memiliki yang bukan milik saya,
saya bersimpuh dalam pelukan hangat,
saya terluka bila tak menatapnya,
saya dimanjakan oleh senyum indahnya,
saya terpenjara dalam mimpi untuk menemaninya,
saya bersalah untuk itu..

saya sudah berjuang untuk cinta yang saya yakini,
untuk memahami dirinya,
dengan setiap keterbatasan saya,
maaf,
saya terlalu bodoh,
saya membuatmu sesak,
saya juga terdesak,

dan hari ini saya memilih untuk patah hati.

saya menyayangimu kemarin, hari ini, esok dan lusa nanti…
sungguh,
hanya saya tahu, kamu bukan untukku,
kamu terlalu sempurna,
untuk sosok hina,
seperti saya,
maaf,
saya menyimpan dengan rapi cinta saya untukmu,
kini dan kelak.

::: terima kasih aku boleh mengenalmu :::