di ujung beranda sore tadi..
Friday, April 27th, 2007tatap matanya tak lagi berbinar,
hanya sendu,
dan kelu suaramu,
kemarahan yang membuncah,
kesabaran kian terkikis,
lalu perih makin menganga…
bukan perkara lebar demi lembar rupiah,
bukan pula sebuah posisi yang hakiki,
sebuah kerendahan hati,
juga kesabaran untuk menyapa,
kebesaran hati bagi nestapa mereka,
senyum tulus tersunggingkan…
dia,
sosok tegar itu,
sedang murka,
dia,
bayangnya mulai berayun menjauh,
dia,
dan hanya dia saja,
renungkan kepergiannya,
menata kembali mimpinya,
::: untuk dia saja :::