jam 11 malam lalu
Thursday, March 29th, 2007tetes airmata itu,
desah nafas,
juga detak jantung yang berguncang,
iringi setiap tutur,
dari mulutku yang terkatub,
seakan ingin berontak,
"…ingat, sekali bom itu kau buka picunya..tunggu waktu berdetak..lalu tiba-tiba sang kala akan terbujur dan membiarkannya berexplosi.."
namun aku harus bicara,
bukan untuk membuatnya tahu,
setidaknya menjadikanku bukan seorang pecundang,
saya hanyalah seorang anak manusia,
yang berucap syukur,
dikarenakan persetubuhannya denganmu,
kamu yang menjadikanku utuh dan merasa.
::: untuk dirinya yang begitu indah :::