bukan lagi sebuah peperangan,
hanya berseberangan,
layaknya sepasang rel,
terpisahkan balok kayu penyangga,
tetap saja seiring sejalan,
seperti aku,lalu kamu, juga kalian,dan mereka…
seperti ujarmu untuk menyebutkannya sebagai pilihan,
hingga saling meninggalkan,
bukan untuk membunuh,
mengklaim,
dan mengAKUkan diri,
untuk sebuah aktualisasi,
demi kebenaran yang tak hakiki,
esensi itu,
tidak berlandaskan ’siapa pengebar bendera?’
atau ‘hanya tinggal berdua!’
tetapi pada penghargaan,
pemahaman,
dan mengerti,
bahwa mimpi itu tak kan terwujud tanpa mereka,
yang kau sebut sebagai bukan siapa2!
aku masih tersenyum bangga untukmu…
::: secret smile for both of them :::