Archive for December, 2006

mari terus berkarya

Sunday, December 31st, 2006

katanya tahun baru,
katanya harus punya semangat baru,
katanya hidup kita jadi baru,

di tarikan nafasku,
di tahun yang masih baru,
dan kembali berlalu,
seperti yang lalu,

beberapa jam terlewat,
telah terucap,
lirih terdengar..
aku ingin berkarya..
untuk sesamaku..
kini,esok dan kelak.

::: mari terus berkarya :::

dari adeku untuk mamahku

Friday, December 22nd, 2006

…..

Buk,
ini ada kenang-kenangan dari nenep,
semoga dapat berguna.
Dan di Hari Ibu ini,
Ibuk semakin sabar,cantik, imannya kuat,banyak rejeki,sehat selalu dan berumur panjang.

nefi

nefiana puji astuti adalah anak bungsu dari empat bersaudara, lahir 14 november 12 tahun lalu, biasa di pangil nepnep atau nenep..
untuk memberikan sedikit kenang-kenangan bagi ibunya, dia menyisihkan uang sakunya selama enam bulan. kemarin dia membelikan ibunya selembar sweater, "sudah musim hujan, udara dingin, dan ibuku masih sakit", hanya kalimat itu yang terucap dari mulut mungilnya.

::: setelah menerima sms babeku :::

ditusuk dari belakang

Sunday, December 17th, 2006

rasanya menyakitkan kawan,
panas dan menyesakkan,

ketika mendadak terhujam,
sebilah pisau berkilat,
menunjam diantara ulu hati,

terbayangkan,
kala udjo harus mengerang,
dalam mengejar matahari-nya rudi sudjarwo,
tanpa kata-kata,
lalu terjembab…
terjatuh..
terlelap…

hey kamu!
aku tahu kamu menusukku,
dari belakang bahuku,
menghembuskan deret kata sembilu,

ingat…
aku mengAWASimu!!

::: untuk ular licik pendewa materi :::

aku tidak bisa jadi semuanya

Wednesday, December 13th, 2006

dulu ketika aku masih kecil,
aku ingin jadi dokter,
sempat terpikir untuk jadi menteri,
lalu aku mengebiri semua mimpi,

terlintas ingin menjadi insinyur,
berharap menciptakan berjuta alat,
untuk membantu umat manusia,

mimpipun kandas,
ketika aku mulai melirik ‘menulis’,
belajar memotret,
bukan saja obyek mati,
tetapi potret kehidupan sekitar kita,

mendadak menyeberang,
masuk dunia hingar bingar,
industri musik,
ranah hiburan,
bergelimpangan harta juga duka,
hidupku menjadi bising,

kembali pulang,
memulai bisnis,
menekuninya,
sekian lama,
harga diri menghentikannya,

tergoda kembali,
menyambangi band-band-an..

namun aku harus memilih,

kini aku kembali menulis,
melihat,
memotret kehidupan mereka,
sesamaku,
hidupnya,
hidupku,
hidup kalian,

aku tidak bisa menjadi semuanya,

aku adalah aku,

::: I don’t be anything, but something :::

Jangan pernah kalian menuliskannya sebagai in memoriam

Wednesday, December 13th, 2006

in memoriam

 

tanpa ada deretan kata
selanjutnya,

hanya kumpulan gambar ditata,

beriring dentingan nada.

 

begitu menyayat,

mengingat polah tingkah,

juga kesungguhan mereka,

kala itu…

 

menyanyikannya dengan hati,

melagukannya dengan rasa,

memainkannya berselimut jiwa.

 

tiada kepura-an,

kala mereka harus menangis,

saat mereka tertunduk,

atau berteriak marah,

bergerak dan terus bergerak,

hempaskan lara..

 

yang terekam jelas dalam suatu
senja di pagihari,

dan terujar di deretan hari
ini kami mencintai diri kami sendiri,

 

itu bukanlah kematian yang
harus dikenangkan,

itu hanyalah bagian kehidupan,

 

itu bukan "in memoriam
", kawan…

itu adalah pieces of life…

 

seturut dengan eross chandra:
"original player itu tidak tergantikan sampai kapan pun",

dr kotak bernama televisi
dalam tayangan infotainment setelah dirinya menerima penghargaan Menpora.

 

 

::: yudhis, amma, aris, elok
… selamat untuk release albumnya :::

 

meski kini hanya amma dan
elok, dan ada yang mengklaim bahwa pagihari hanya amma dan elok, buat saya
kalian berempat-lah pagihari, dulu, kini dan kelak.

 

terima kasih untuk setiap
additional playernya terutama mas yoyok Dogz, (komet,budi,sani, etc….entah
saya tidak tahu selepas saya tidak bersama mereka lagi)

terima kasih untuk
wawik,angga,topan,erik,doleh,de dia yang selalu setia menonton di awal
perjuangan dulu,the boloth,dina,pu3,ketut,yudhis si-om, munthu,dieng,om yudhis
whatever dengan setiap ide dan sarannya,dunne,mas iwan yang memberikan semangat
dulu kini dan kelak,pinkerton,unknown,18p,cam&stuart,alamanda,spider,studio
musik di prapatan gayam punya adhit sori lupa namanya,mas agung Ming,
silmi,56film,semilir,anin di purwokerto,java cafe, anang batas,mas
kelik,keluarga besar fisipol ugm, robby MP dan timnya,jompet,mas adhit,pak
jenggot,leci,edo&gentong untuk pinjeman gitar,yosi melB,jambul,
yenu,betsi,zeke&the popo,lolypop,eross chandra,epyn&eros,gitarisnya
caka/aphrodite yang minjemin gitar&efek (maaf saya lupa nama,pak jan
juhana,denny mr,deteksi,hai-magz,idwebhost,piyo&fatman,reta,angkringan
depan happyland,mas bayu mondayz yang selalu meminjamkan gitar disaat pagihari
belajar berjalan,om pit di bali dan anak2 nutrix, keluarga besar
malang,keluarga besar purwokerto,keluarga besar semarang,keluarga besar bali,
keluarga besar bandung,keluarga besar kos2an Pogung lawas,keluarga tantenya
dina nainggolan dan para keponakan,dethu&SID,da is, kana musik, pak hardy,
cupex&keluarga wirosaban,tia, mas tri koran merapi, the beat,daniel tumiwa,
ulie broer, mas drummer yang di bali (saya inget wajah tp lupa
nama..maaf),farid MP, mas ali yang maen biola di RAMJ,greggy untuk foto2nya
waktu itu, dR,bioskop permata,semua band bukan indie, indie,  media massa catk&elektronik, indra punk
untuk saran2nya, timor putih berplatD, escudo 2.0, panther yang mengantarkan ke
semarang, kijangnya siapa yah yang dipake ke purwokerto, radio-radio yang muter
lagunya,orang tua dan keluarga masing-masing…

 

karena pagihari bukan saja
amma dan elok, yudhis dan aris, atau danang,wasis,uki,sani, tetapi pagihari
adalah rumah bagi setiap insan yang tulus memberikan hidupnya untuk terbangun
di pagihari yang lebih baik…

tak peduli kalian terbangun di
atap yang masih sama atau tidak.

 

dan thanks untuk sms yang
terkirim 31 januari 2004 lalu…

 

 

::karena perjalanan bukan in
memoriam::