Archive for September, 2006

solakan

Friday, September 22nd, 2006

selalu berlari,
ingin ulurkan tangan,
lalu sunggingkan senyuman,

solakan,

sosok mungil,
bergelayut budi,
nan hati,

tetaplah jadi sahabat dalam hirukpikuk kehidupan juga lara mereka yang mengendap.

::: karena hidup solakan yang indah :::

self help

Friday, September 22nd, 2006

bantu apa?
hidupmu adalah hidupmu!
harus kamu perjuangkan,
juga maknai.

::: karena hidup perlu arti :::

deo hari ini

Friday, September 22nd, 2006

sebagian kalangan tak sengaja berujar,

…rock n’roll aja lagi…

tak selamanya hidupmu bisa kau isi dengan rock n’roll.

hanya untuk sebagian orang yang tak siap,
hanya untuk mereka yang sia-siakan hidup,

jangan berkawan dengan rock n’roll,
karena hidupmu terlalu indah untuk dijadikan tontonan Rock n’Roll…

::: karena hidup bukan tontonan :::

indah pada waktunya?

Tuesday, September 19th, 2006

ketika aku bertanya,
pada angin yang berkelebat,

saat aku desahkan sesal,
bersama terik sang Kala,

kenapa hitam,
haruskah putih,

kata bapakku,
semua pasti indah pada waktunya..

kapan?

entah.

a month ago

Tuesday, September 19th, 2006

ketika sederet kalimat kubaca,
dari layar,
setelah berbunyi….
tutut..tutut..

"….dari kemarin dia tak ditemukan,
speedboatnya terbalik,
jam 4 sore,
di pulau pori-pori,
papua,
ini soal indra,
PENTING!! …"

lalu aku mengejan,
keluarkan semua duka,
yang ingin ku ingkari…

dan benar..
seperti mimpiku,
juga keenggananku untuk sekedar berkata,
ya..kamu boleh pergi..

masih kuingat janjimu,
mengajakku berkeliling jakarta,
ke gereja,
dan merayakan ulang tahunmu!

hanya sepiring capjay "klomoh"…
terhampar di depanku

::: tetaplah bertahan, dalam kelam :::

semburat merah di kaki langit

Thursday, September 14th, 2006

aku hanya bisa tertegun,
menghela nafas,

sembari menatap semburat merah,
di ujung sana,
di kaki langit,
beriring mentari kembali,

sebuah senja,
yang selalu mengingatkanku,
untuk ucapkan syukur,
sembari dengarkan denting bel gereja,

aku boleh terus menikmatinya.

::: untuk dirinya yang terkaburkan :::

asep

Thursday, September 14th, 2006

lalu berlari,
mengejar yang tak pasti,
dalam gegap,
pula desak!

coba yakinkan,
bersaput untai kata,
berpeluh keringat,

menantikan hati yang luluh,
lalu ulurkan selembar kertas,
dan terkadang kubalas dengan deting recehan,

sepenggal balada,
untuk asep,
yang masih bergelayut diantara penumpang.

bisa terbiasa

Tuesday, September 12th, 2006

ketika bukan lagi tawa,
apalagi canda,

ketika bukan lagi rasa,
apalagi cinta,

hanya ada setetes air mata,
‘tuk sebuah angkara murka,
juga sebongkah lara,

pergumulanku telah usai,

meniti kesepian,
dalam kelam,

bisa terbiasa,
dengan kesendirian,
pula kepunahan.

si punk

Sunday, September 3rd, 2006

aku tetap mencarimu,
hingga detik ini,
ketika aku menulis tentangmu.

tetaplah bertahan disana,
hapus tangismu,
juga lelahmu,
tegarlah,
tantang mentari di esok hari…

pastikan kau kan kembali