seonggok aku
Monday, July 24th, 2006galauku kau tinggalkan,
teronggok di ujung jalan yang gelap,
pelitamu sempat menuntunku,
saat itu..
kala kamu berjejer di sampingku,
mengulurkan tanganmu dalam tatihku,
hingga tiba-tiba beda itu menghujam,
menjadikan kebersamaan itu menguap,
sirna tertiup angin malam,
pagiku tak lagi biru,
merah tertimbun sembilu,
kala aku tersadar,
bayangmu berkelebat menjauh..
meninggalkan wangi shampoo,
lembut pipi,
juga senyum yang menentramkan.
aku merapuh tanpamu,
pelita yang hilang dalam terang,
mengejankan tubuhku,
entah sampai kapan aku mampu bertahan dalam kehampaan
[tak ada yang mampu menjadi sepertimu]